Oleh: Elisabet Tata
Itu judul buku milik sulung saya. Seperti ini sampulnya:

Sekarang si sulung sudah kelas lima SD, kemarin sore ia masih menemukan buku itu di kamarnya, ia lantas mengangsurkan ke adiknya. “Dek, minta ibu bacakan cerita ini nanti malam ya,” pesannya.
Jadilah semalam sebelum bobo si dede minta dibacakan buku itu. Saya sendiri sudah lupa apa ceritanya. Setelah baca baru ingat lagi. Ini sungguh cerita bagus. Jack Kent, penulis sekaligus ilustrator buku asal Amerika itu memang brilian.
Baiklah, saya tuliskan dulu isi bukunya ya,
Ini kisah tentang seorang anak laki-laki bernama Billy Bixbee. Satu pagi, saat terbangun dari tidur ia melihat satu naga kecil di ujung tempat tidurnya. Berkali-kali Billy mencoba memberitahu ibunya soal keberadaan naga, tapi berkali-kali pula ibunya bilang, “Naga itu tidak ada”.
Dalam waktu singkat naga kecil membesar dan membesar, membuat ibu Billy kerepotan membersihkan rumah.

Kini tak ada ruang tersisa di rumah Billy, semua dipenuhi anggota badan Naga. Namun, ibu Billy tetap tak mau mengakui keberadaan naga hingga Billy akhirnya berteriak, “Naga itu ADA!” sambil membelai kepalanya.
Ajaib, tubuh naga menyusut lebih cepat dibanding saat ia bertambah besar. Kini ia jadi kecil seperti semula. Ibu Billy menyadari kekeliruannya dan berniat merawat naga kecil itu.
Menarik, bukan?
Cerita itu menyenangkan, sederhana, mudah dimengerti alurnya. Ada awal, masalah, dan penyelesaian. Anak saya geli melihat gambar tubuh naga membesar dengan cepat sesudah makan panekuk, ia juga tergelak saat tukang pos terpaksa berlari mengejar rumah yang dibawa lari naga karena mengejar mobil roti.

Tapi Jack Kent sepertinya tidak hanya menulis cerita untuk anak-anak saja. Ia mengirimkan pesan tidak hanya pada anak-anak tapi juga pada orang tua.
Saat tubuh naga menyusut, ibu Billy bertanya, “Kenapa sih tadi dia harus tumbuh begitu BESAR?” “Entahlah,” kata Billy, “tetapi kurasa dia cuma ingin diperhatikan”.

Nah,
Bagi anak saya, cerita Billy dan naga kecil-nya mengajarkan untuk berbagi kasih sayang. Ia lihat itu pada gambar ibu membelai kepala naga.
Namun, saya juga melihat pesan Jack Kent pada saya melalui pernyataan Billy yang tadi saya kutip. Kata “cuma” menegaskan pesan itu. Kadang kita sering enggan untuk memberi perhatian pada orang lain, atau pada anak. Saya sendiri sering melakukannya.
Si bungsu yang baru berumur lima tahun sering melakukan hal-hal yang menurut saya “tidak penting” seperti menyusun barang-barang menjadi bentuk-bentuk tertentu. Usai membuat “karya instalasi” itu ia lantas akan teriak, “Ibu, lihat ini!”. Kadang saya hanya menengok sebentar dan bilang, “Ya, bagus!”. Tapi tak jarang jika saya sedang tanggung mengerjakan sesuatu, saya akan teriak, “Nanti ya dek, main sendiri dulu..”
Jack Kent seolah mengingatkan saya bahwa memberi perhatian itu perlu. Kita tidak pernah tahu bahwa perhatian kecil akan membuat perbedaan yang besar.
Selamat Hari Anak Nasional, ya!
Catatan:
"Naga Itu Tidak Ada" diterbitkan oleh Gramedia pada 1992. Buku aslinya berjudul "There’s No Such Thing as A Dragon" terbit pada 1975 oleh Western Publishing Company, Inc. Jack Kent bernama asli John Wellington Kent (10 Maret 1920-18 Oktober 1985) banyak menulis cerita anak. Ia pernah mendapatkan penghargaan dari the Chicago Graphics Associates dan the Children’s Book Clinic untuk karyanya berjudul “Just Only John” (1968).