Untuk pertama kalinya, Klub Buku Kita (Kabeka) mengadakan pertemuan khusus untuk anak-anak. Pertemuan ini digagas oleh para ibu yang merasa khawatir dengan menurunnya minat baca putera-puterinya. Bekerja sama dengan Kabeka, akhirnya Kabeka Anak pun terselenggara. Berikut adalah kilasan pertemuan tersebut sebagaimana dituliskan oleh Fertina sebagai salah satu pemandu acara:
Hari Sabtu 21 Juni 2014
lalu - bertempat di rumah Tante Emil di Kalibata Utara - tante Lisa, Fahmi, dan
saya sendiri mendapat tantangan asik di sana. Tepatnya, kami mengadakan
“diskusi” kecil dengan adik-adik mengenai buku. Kemudian, sebagai pembuka
diskusi kecil tersebut, Tante Lisa mengadakan sedikit ice breaking sebelum memasuki diskusi tersebut.
Jadi, adik-adik yang terdiri
dari delapan orang (Kamil, Rifdan, Haikal, Edgar, Rasya, Muhamad, Nafisah, dan Asma)
harus menggambarkan apa yang mereka bayangkan ketika melihat tiga kata ini:
Hobi, Buku, dan Cita-Cita. Mereka pun tidak menggambar secara individu,
melainkan kelompok yang terdiri dari tiga kelompok kecil.
Jadi bisa dibayangkan,
bagaimana riweuhnya menggambungkan
ide/gagasan menggambar di masing-masing kelompok itu. Dari tiga kelompok,
kelompok cowok lah yang paling berisik dan sibuk mengutarakan ide mereka
masing-masing. Malah cenderung saling tidak mau kalah keren di kelompok satu
dengan kelompok lainnya. Kelompok cewe yang hanya terdiri dari dua orang, tetap
diam, tenang, dan tidak banyak keributan.
Lucu, sih, melihat mereka
segitu niatnya dalam “proyek” menggambar tersebut, bayangkan aja, mereka sampai
ada yang membawa sepatu bolanya untuk dijadikan contoh gambar sepatu bola di
kertas gambarnya. Bahkan ada yang mencari lambang klub bola kesukaannya di gawai-nya demi mendapatkan hasil yang maksimal.
![]() |
| Anak-anak asyik menggambar |
Supaya, kalian bisa ikut
larut dalam aktifitas kami, walaupun, tidak mengikutinya. Saya gambarkan secara
garis besar adik-adik ini.
Jadi, kegiatan kami diadakan
dalam rangka mengisi waktu libur mereka dengan sesuatu yang berguna. Dan
kebanyakan dari mereka sudah jarang yang minat membaca buku (menurut para Ibu).
Oleh karena itu ketujuh adik-adik yang merupakan satu sekolah (bahkan ada yang
satu klub bola) dikumpulkan di rumah Kamil. Mereka ini adalah adik-adik yang
berusia 10-11 tahun yang sedang menjajaki bangku kelas 6 SD.
Kembali ke proyek menggambar
mereka, ada kejadian lucu nan unik. Kamil anak dari sang pemilik rumah, membuat
kata-kata simbol, contoh: ia mau menuliskan “Hobi main bola di Ipad”, lalu ia
tulis menjadi “hobi main (gambar bola) di (gambar Ipad).” Atau Menuliskan
“Tergantung bukunya” menjadi “tergantung (gambar buku) nya. Lucu banget mereka.
Katanya
gak suka baca?
Setelah menggambar, kami
semua membentuk lingkaran untuk meneruskan ke acara selanjutnya. Acara intinya,
saling berbagi dengan buku bacaan masing-masing. Sharing dimulai oleh kecerdikan Fahmi yang membawa majalah Bobo
dari tahun ke tahun. Walaupun pamor majalah Bobo sudah kalah dengan kemunculan
Ipad, Tablet Pc dan Gadget, tapi mereka masih mengenali majalah Bobo.
![]() |
| Fahmi (berkaos merah) dan anak-anak |
Majalah Bobo dari masa ke
masa itu menjadi daya tarik mereka untuk menganalisis sampul sampai isinya.
Mereka akan ketawa sendiri melihat produk-produk zaman dulu dan
membandingkannya dengan tampilan produk yang sekarang mereka jumpai. Cukup lama
eksplorasi majalah Bobo ini. Selanjutnya, Fahmi menceritakan buku-buku yang ia
baca sesuai fase hidupnya dan diakhiri
dengan puppet show dari Fahmi.
Kemudian secara bergantian
adik-adik menceritakan isi buku yang mereka bawa dan pengalaman mereka membaca.
Sebagian besar mereka mengaku bahkan dengan tegas mengatakan tidak suka
membaca, tapi begitu giliran masing-masing, pernyataan tadi jadi luntur.
Ini sangat menarik.
Contohnya Edgar. Sebelum
tiba gilirannya berbicara, ia selalu berdeklamasi kalau ia tidak suka membaca!
Tapi begitu tiba gilirannya, ia menceritakan sebuah buku yang tebal halamannya
dirasa tidak sepadan dengan orang yang mengatakan tidak suka membaca! Dan Edgar
berhasil menyelesaikan buku tersebut sampai tuntas!
Kok bisa?
Setelah ditelusuri, Edgar
sangat menyukai sepak bola. Ia salah satu dari mereka yang tergabung dalam klub
sepak bola di Senayan. Dan buku tebal yang sukses ia baca sampai habis itu
menceritakan kisah sukses pelatih U19 alias buku biografi sang pelatih! Bahkan
ia bisa menyimpulkan apa yang ia dapat dari buku yang ia baca.
Lain lagi si Kamil. Kamil
ini anak yang paling ribut, cerewet, gak bisa diem, tapi hebatnya logikanya
jalan. Nah, dia ini juga paling lantang mengeluhkan peraturan Ibunya yang mengharuskan ia membaca
buku yang ia belum mengerti. Tapi setiap temannya sedang menceritakan buku yang
dibacanya, ia selalu bisa menyahut dengan kisah-kisah buku tersebut.
Contohnya saat saya
menceritakan buku Harry Potter. Ia menceritakan kisah hidup J.K Rowling dari
buku WHO yang ia baca. Bahkan ia menambahkan pendapatnya yang mengatakan J.K
Rowling tega dengan keadaan Ibunya. Hihihi..
![]() |
| Saya (Fertina) dan anak-anak |


