Judul buku: Brain Busting Bonanza
Penulis & Ilustrator: Rolf Heimann
Penerbit: Little Hare Books, Australia (2003), reprinted in 2006
Penerbit: Little Hare Books, Australia (2003), reprinted in 2006
Oleh: Elisabet Tata
Ini buku baru di rumah kami. Hasil obrak-abrik lapak obral Gramedia. Cuma ada satu, nyelip di antara buku-buku berbahasa Indonesia. Lumayan, harganya ‘hanya’ Rp25.000,00. Di e-bay, buku-buku karya Heiman dijual dengan harga ratusan ribu rupiah. Jadi, ini kesempatan bagus. Segera ambil dan bayar.
Buku Heimann segera jadi kesukaan semua anggota keluarga. Berempat kami, aku, suami dan dua anak, masuk dan tenggelam dalam dunia teka-teki Heimann. Setiap halaman membuat kami tertantang. Seru dan mengasyikkan.
Saya sebenarnya kesulitan menceritakan tentang isi buku ini. Barangkali karena permainan di Indonesia tidak mengenal banyak jenis teka-teki ya, sehingga saya sulit menerjemahkan nama-nama permainan yang disajikan di buku ini.
Misalnya untuk maze saja, kita hanya mengenal istilah labyrinth (dalam bahasa Indonesia disebut labirin). Dalam Kamus Bahasa Indonesia, labirin adalah 1) tempat yang penuh dengan jalan dan lorong yang berliku-liku dan simpang siur, 2) sesuatu yang sangat rumit dan berbelit-belit (ttg susunan, aturan, dsb), 3) sistem rongga atau saluran yang berhubungan.
Maze dan labyrinth sebenarnya dua istilah yang berbeda. Maze adalah permainan tour puzzle (ah..dalam bahasa Inggris lagi) dalam bentuk jalur yang bercabang-cabang. Labirin tidak bercabang, ia hanya satu jalur; ada yang bilang lebih mudah keluar dari labirin ketimbang maze.
Nah, di Indonesia kita cukup menyebut beragam permainan asah otak sebagai teka-teki. Dalam Kamus Bahasa Indonesia, teka-teki adalah 1) soal yang berupa kalimat (cerita, gambar) yang dikemukakan secara samar-samar, biasanya untuk permainan atau untuk mengasah pikiran, 2) hal yang sulit dipecahkan (kurang terang, rahasia).
Padahal, di buku Heimann ini ada beragam jenis teka-teki. Ini kutipan salam Heimann pada lembar kedua bukunya: Welcome to my biggest book ever of all-new mazes, puzzles, spottos, conundrum, quizzes, teasers, stumpers and bafflers!
Saya terus terang tidak punya istilah yang tepat untuk menyampaikannya dalam bahasa Indonesia satu persatu. Barangkali kalau ada yang mau sumbang saran, silakan saja.
Karena ini buku permainan, ia tidak terlalu memerlukan penomoran halaman sebagaimana layaknya sebuah buku. Yang ada adalah penomoran untuk setiap teka-teki yang berjumlah total 96 buah. Namun, jika ingin tahu ada berapa halaman, saya sudah hitung jumlahnya ada 31 halaman.
Pada masing-masing teka-teki ada kilasan cerita agar jadi tambah menarik. Buku ini bisa untuk segala umur. Tingkat kesulitan yang disajikan beragam, ada yang mudah seperti mencari perbedaan - saya bisa menganggapnya begitu karena si bungsu yang berumur 5 tahun bisa menjawabnya. Tapi ada pula yang rumit, pokoknya kalau sudah si sulung atau saya menyerah, hanya kepala suku atau suami yang mendapat tugas memecahkannya.
Saya beri kilasan-kilasan halaman di dalam buku ya..
Bantu ular kembali ke sarang
Pertukaran barang antar diplomat di galaksi Schnopos III
Jangan percaya pantulan naga di air, mereka ternyata tidak sama
Hujan kucing dan anjing. Eh, ada satu kucing dan anjing yang berbeda lho..
Tahukah jika pemilik dan binatang peliharaan itu punya kemiripan? Itu bisa untuk mencari siapa pemilik binatang peliharaan yang terlepas.
Rolf Heimann adalah penulis dan ilustrator kelahiran Dresden, Jerman pada 1940. Ia menjadi imigran di Australia karena tak puas dengan kondisi politik di Jerman pada sekitar 1958. Umurnya 18 tahun ketika itu, memulai kerja serabutan dari pemetik buah, buruh, sebelum menekuni kembali dunia melukisnya.
Kekagumannya pada teka-teki maze bermula ketika Heimann kecil yang berumur 7 tahun terjebak di tengah labirin pagar tanaman. Lama ia tersesat hingga berpikir akan mati kelaparan di sana. Saat berhasil keluar, Heimann menemukan momen kelegaan yang luar biasa. Ia berharap momen kelegaan itu juga yang dirasakan pembaca saat berhasil memecahkan teka-teki Heimann.
Pada beberapa halaman terakhir buku, Heimann sebenarnya memberikan jawaban atas semua teka-teki yang ia berikan. Namun, saya usul jangan terburu-buru membukanya. Itu akan mengurangi momen kelegaan seperti yang diharapkan Heimann.
Heimann kini bermukim di Australia dan jadi warga negara Australia. Ia cinta benua Kanguru dan berterima kasih karena memberikan tempat untuk bermukim. Untuk mengungkapkannya, di dalam buku-bukunya Heiman selalu menyelipkan satu peta Australia. "It might be a patch on a sleeve, a reflection in a puddle or a flower". Yang ini tambahan teka-teki dari Heimann.
Ini buku baru di rumah kami. Hasil obrak-abrik lapak obral Gramedia. Cuma ada satu, nyelip di antara buku-buku berbahasa Indonesia. Lumayan, harganya ‘hanya’ Rp25.000,00. Di e-bay, buku-buku karya Heiman dijual dengan harga ratusan ribu rupiah. Jadi, ini kesempatan bagus. Segera ambil dan bayar.
Buku Heimann segera jadi kesukaan semua anggota keluarga. Berempat kami, aku, suami dan dua anak, masuk dan tenggelam dalam dunia teka-teki Heimann. Setiap halaman membuat kami tertantang. Seru dan mengasyikkan.
Saya sebenarnya kesulitan menceritakan tentang isi buku ini. Barangkali karena permainan di Indonesia tidak mengenal banyak jenis teka-teki ya, sehingga saya sulit menerjemahkan nama-nama permainan yang disajikan di buku ini.
Misalnya untuk maze saja, kita hanya mengenal istilah labyrinth (dalam bahasa Indonesia disebut labirin). Dalam Kamus Bahasa Indonesia, labirin adalah 1) tempat yang penuh dengan jalan dan lorong yang berliku-liku dan simpang siur, 2) sesuatu yang sangat rumit dan berbelit-belit (ttg susunan, aturan, dsb), 3) sistem rongga atau saluran yang berhubungan.
Maze dan labyrinth sebenarnya dua istilah yang berbeda. Maze adalah permainan tour puzzle (ah..dalam bahasa Inggris lagi) dalam bentuk jalur yang bercabang-cabang. Labirin tidak bercabang, ia hanya satu jalur; ada yang bilang lebih mudah keluar dari labirin ketimbang maze.
Nah, di Indonesia kita cukup menyebut beragam permainan asah otak sebagai teka-teki. Dalam Kamus Bahasa Indonesia, teka-teki adalah 1) soal yang berupa kalimat (cerita, gambar) yang dikemukakan secara samar-samar, biasanya untuk permainan atau untuk mengasah pikiran, 2) hal yang sulit dipecahkan (kurang terang, rahasia).
Padahal, di buku Heimann ini ada beragam jenis teka-teki. Ini kutipan salam Heimann pada lembar kedua bukunya: Welcome to my biggest book ever of all-new mazes, puzzles, spottos, conundrum, quizzes, teasers, stumpers and bafflers!
Saya terus terang tidak punya istilah yang tepat untuk menyampaikannya dalam bahasa Indonesia satu persatu. Barangkali kalau ada yang mau sumbang saran, silakan saja.
Karena ini buku permainan, ia tidak terlalu memerlukan penomoran halaman sebagaimana layaknya sebuah buku. Yang ada adalah penomoran untuk setiap teka-teki yang berjumlah total 96 buah. Namun, jika ingin tahu ada berapa halaman, saya sudah hitung jumlahnya ada 31 halaman.
Pada masing-masing teka-teki ada kilasan cerita agar jadi tambah menarik. Buku ini bisa untuk segala umur. Tingkat kesulitan yang disajikan beragam, ada yang mudah seperti mencari perbedaan - saya bisa menganggapnya begitu karena si bungsu yang berumur 5 tahun bisa menjawabnya. Tapi ada pula yang rumit, pokoknya kalau sudah si sulung atau saya menyerah, hanya kepala suku atau suami yang mendapat tugas memecahkannya.
Saya beri kilasan-kilasan halaman di dalam buku ya..
Bantu ular kembali ke sarang

Pertukaran barang antar diplomat di galaksi Schnopos III

Jangan percaya pantulan naga di air, mereka ternyata tidak sama

Hujan kucing dan anjing. Eh, ada satu kucing dan anjing yang berbeda lho..

Tahukah jika pemilik dan binatang peliharaan itu punya kemiripan? Itu bisa untuk mencari siapa pemilik binatang peliharaan yang terlepas.

Rolf Heimann adalah penulis dan ilustrator kelahiran Dresden, Jerman pada 1940. Ia menjadi imigran di Australia karena tak puas dengan kondisi politik di Jerman pada sekitar 1958. Umurnya 18 tahun ketika itu, memulai kerja serabutan dari pemetik buah, buruh, sebelum menekuni kembali dunia melukisnya.Kekagumannya pada teka-teki maze bermula ketika Heimann kecil yang berumur 7 tahun terjebak di tengah labirin pagar tanaman. Lama ia tersesat hingga berpikir akan mati kelaparan di sana. Saat berhasil keluar, Heimann menemukan momen kelegaan yang luar biasa. Ia berharap momen kelegaan itu juga yang dirasakan pembaca saat berhasil memecahkan teka-teki Heimann.
Pada beberapa halaman terakhir buku, Heimann sebenarnya memberikan jawaban atas semua teka-teki yang ia berikan. Namun, saya usul jangan terburu-buru membukanya. Itu akan mengurangi momen kelegaan seperti yang diharapkan Heimann.
Heimann kini bermukim di Australia dan jadi warga negara Australia. Ia cinta benua Kanguru dan berterima kasih karena memberikan tempat untuk bermukim. Untuk mengungkapkannya, di dalam buku-bukunya Heiman selalu menyelipkan satu peta Australia. "It might be a patch on a sleeve, a reflection in a puddle or a flower". Yang ini tambahan teka-teki dari Heimann.

No comments:
Post a Comment