Monday, May 23, 2016

Kekuatan Bubuk Kentut

Oleh: Elisabet Tata



Judul Buku : Doctor’s Proctors Fart Powder
Judul Asli: Doktor Proktors Prompepulver 
Penulis : Jo Nesbo
Ilustrator : Mike Lowery
Penerbit : Alladin - Divisi Anak Penerbit Simon & Schuster, 2010
Penerjemah : Tiara Chaez dari bahasa Norwegia
Tebal Buku : 265 halaman





Bagi kami sekeluarga, pameran buku Big Bad Wolf di Serpong menjadi kebahagiaan tersendiri. Betapa tidak, lokasinya dekat dan mudah dijangkau dari rumah. Kemudahan itu membuat kami bisa menentukan kapan waktu yang tepat untuk berkunjung. Dua kali saya ke sana dan tidak menemui kendala yang berarti (baca: antrian panjang atau berdesakan).

Satu-satunya kendala adalah keterbatasan dana. Kok yaaa...pameran buku itu pas dengan rusaknya beberapa benda yang mendukung rumah tangga. Jadi, demi keberlangsungan kehidupan domestik, kami hanya membeli buku “secukupnya” saja. Keranjang penuh saat wira-wiri di antara tumpukan buku, dan tinggal separuhnya saat mendekati kasir.

Bisa ditebak, kebanyakan buku yang terbeli kemudian adalah buku anak. Orang tua terpaksa mengalah. Kami beruntung bisa mengoleksi dua karya Jo Nesbo (56th), penulis novel kriminal paling digemari di Norwegia yang kini merambah dunia anak.

Lisa, Nilly, dan Doktor Prokton
Salah satu karya Nesbo itu berjudul Doctor’s Proctors Fart Powder. Ini karya pertama Nesbo untuk anak-anak yang diterbitkan pada 2007 dan kemudian jadi serial. Tokohnya ada tiga, seorang anak laki-laki bernama Nilly, seorang anak perempuan bernama Lisa, dan Doktor Proctor. Nilly dan Lisa berumur 10 tahun. Lokasi cerita di Oslo yang disebut sebagai sebuah ibukota yang sangat kecil dari sebuah negara yang sangat kecil yaitu Norwegia.

Cerita bermula di Cannon Avenue, Oslo. Saat itu bulan Mei, tujuhbelas hari menjelang Hari Kemerdekaan Norwegia. Nilly yang baru saja pindah dan menempati rumah yang sebelumnya dihuni Anna, sahabat Lisa. Keramahan Nilly membuat Lisa tak kesepian lagi. Tak hanya itu, kepiawaian Nilly memainkan terompet memperkenalkannya pada Doktor Proctor.

Doktor Proctor seorang ilmuwan. Ia sering melakukan beragam eksperimen untuk menemukan sesuatu hal yang ia harap menjadi kebaikan bagi banyak orang. Sayang, eksperimen itu seringkali gagal.

Bubuk Kentut adalah salah satu temuan Doctor Proctor. Itu adalah temuan yang tidak disengaja. Alih-alih menemukan obat untuk mengatasi demam ia malah menemukan bubuk yang membuat seseorang buang angin tapi tak berbau sama sekali. Temuan lainnya adalah bubuk fosfor yang bisa membuat seseorang memancarkan cahaya hijau.

Ada dua macam bubuk kentut Doctor Proctor, satu adalah bubuk kentut yang menyebabkan seseorang kentut dengan kekuatan yang biasa saja. Yang lain adalah bubuk kentut dengan kekuatan luar biasa hingga mampu membuatmu melesat tinggi hingga keluar angkasa. Ia dinamakan Doctor’s Proctor Fartonout Powder.


Fartonout Powder membuat Nilly melesat keluar angkasa
Nilly, Lisa, dan Doctor Proctor berniat menjual bubuk kentut dengan kekuatan biasa saja ke anak-anak. Mereka yakin anak-anak menyukainya. Ya, siapa tak tertawa mendengar bunyi kentut, terlebih kentut tak bau – pasti akan menyenangkan.

Orang-orang menyukai suara ledakan - saat perayaan hari istimewa bunyi ledakan petasan terdengar dimana-mana. Saat itu adalah beberapa hari menjelang Hari Kemerdekaan Norwegia, bukankah itu saat yang tepat untuk menjual bubuk kentut? Alih-alih membunyikan petasan, orang-orang akan kentut beramai-ramai. Begitu pemikiran Nilly, Lisa, dan Doctor Proctor. Mereka semangat. Masing-masing punya harapan untuk apa uang yang diperoleh nanti.

Papan iklan bubuk kentut
Fartonout Powder tidak dijual bebas, tapi akan dijual ke NASA. Jika punya bubuk kentut itu, NASA tak perlu repot menghabiskan biaya untuk membuat roket. Seorang astronot cukup menelan satu sendok makan bubuk kentut dan ia akan melesat keluar angkasa.

Bubuk kentut ternyata laku keras pada penjualan pertama. Anak-anak menyukainya. Antrian panjang mengular di halaman rumah Doktor Procton. Mereka senang merasakan sensasi kentut dengan berbagai gaya dan bunyi.


Sayang rencana berikutnya tak sesuai harapan. Bubuk kentut dicuri dan Doktor Procton dilaporkan ke Polisi karena dianggap melakukan eksperimen yang membahayakan anak-anak. Nilly mengajukan diri untuk ditangkap dengan alasan ia yang membuat anak-anak menelan bubuk kentut demi menemani Doktor Procton. Mereka berdua di penjara bawah tanah.

Lisa tak masuk penjara, tapi bukan berarti ia diam saja. Lisa menyusun strategi untuk membalas si pencuri. Sementara itu Nilly yang cerdik mencari akal untuk kabur dari penjara.

Petualangan Lisa dan Nilly seru dan menegangkan. Jo Nesbo memang piawai merangkai cerita. Semua tokoh dan semua kejadian yang semula terlihat bagai potongan-potongan puzzle di awal cerita perlahan-lahan menyatu.

Sistem saluran pembuangan air atau dunia bawah tanah kota Oslo yang sejak awal digambarkan ganjil karena dihuni oleh ratus norvegicus (tikus Norwegia) dan seekor ular anakonda ternyata bukan sekedar bumbu cerita. Mereka menguatkan petualangan saat Nilly kabur dari penjara.


Nilly bertemu anakonda
Cerita diakhiri dengan tertangkapnya si pencuri bubuk kentut. Polisi akhirnya mendapat pemahaman tentang siapa sebenarnya yang salah. Pemerintah tidak lagi melihat bubuk kentut sebagai barang yang berbahaya. Mereka bahkan menggunakannya untuk memeriahkan perayaan Hari Kemerdekaan Norwegia sebagai pengganti hilangnya satu kotak bubuk mesiu yang diimpor dari China.

Untuk pertama kalinya, meriam-meriam tidak berbunyi saat perayaan Hari Kemerdekaan Norwegia. Sebagai gantinya tujuh orang penjaga Benteng Akershus, sebuah benteng yang dibangun pada abad 13 untuk melindungi Norwegia, berderet menungging. Bayangkan apa yang terjadi saat mereka menelan satu sendok bubuk kentut. Seru!

Tentang Penulis

    
Joe Nesbo
Saya baru pertama kali baca karya Jo Nesbo (56 tahun). Menemukan buku ini karena tertarik dengan tema kentut yang dipilih. Saat membaca ringkasannya pun tampaknya ini buku asyik dan seru. Pada baju buku bagian belakang – buku ini tercetak hard cover – tertulis Jo Nesbo is the most successful Norwegian author of all time. Karya-karyanya sudah diterjemahkan dalam 25 bahasa.

Nesbo lahir dari keluarga penggemar buku. Ibunya seorang pustakawan dan ayahnya rajin membacakan banyak buku untuk Nesbo. Sehingga masa kecil Nesbo dipenuhi beragam cerita.

Sebelum menjadi penulis novel kriminal, Nesbo pernah menjadi pemain sepakbola, pemusik, dan pialang saham. Tahun 1997 novel Nesbo pertama berjudul The Bat mendapat penghargaan Riverton Prize untuk novel kriminal terbaik Norwegia. Momen itu menyadarkan Nesbo. Karya-karyanya terus lahir sejak itu dan penghargaan-penghargaan berdatangan menguatkan keberadaannya sebagai penulis handal.

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang Nesbo dan karya-karyanya, sila klik situs resminya di sini. 

Serial Doctor Procton's Fart Powder

Sejak diterbitkan pertama kali di Norwegia hingga kini seri Doktor Procton sudah ada empat judul dan semuanya sudah diterjemahkan ke bahasa Inggris yakni: Doctor’s Procton Fart Powder(2007), Doctor’s Procton Fart Powder: Bubble in the Bathub (2008), Doctor’s Procton Fart Powder: Who Cut the Cheese (2010), Doctor’s Procton Fart Powder: The Great Gold Robbery (2012).

Doctor’s Procton Fart Powder diangkat ke layar lebar sebagai film komedi pada 2014. Jika mau lihat cuplikannya bisa mengaksesnya di kanal Youtube di sini. Tapi menurut saya, lebih seru membaca bukunya ketimbang nonton filmnya.*

  















No comments:

Post a Comment