Judul buku: 5 Kisah Elmer Si Gajah Perca
Penulis: David McKee
Penerbit: PT Bhuana Ilmu Populer, Jakarta,
2011
Tebal: 144 halaman
Ini kisah tentang Elmer. Gajah kecil yang berbeda dari gajah lainnya. Ia unik. David McKee, penciptanya, menjulukinya sebagai Si Gajah Perca (the Patchwork Elephant).
Sekujur tubuhnya tidak berwarna abu-abu sebagaimana layaknya binatang gajah,
melainkan berwarna-warni – mirip sambungan perca.
Elmer memang beda. Tidak hanya karena penampilan fisiknya saja, tapi perangainya pun lain. Elmer usil, suka mengganggu, ia pembosan sehingga selalu mencaritahu apa yang bisa dilakukan untuk memecah kebosanan. Ada saja ulahnya untuk membuat suasana menjadi riang. Elmer sepertinya selalu punya energi untuk melakukan keisengan.
Karena itulah Elme dikenal tidak hanya di kawanan para
gajah; binatang-binatang lain di hutan pun mengenal dan menyukainya. Selain
suka berkawan, Elmer juga setia kawan. Ia suka menolong binatang yang sedang
dalam kesulitan. Seringkali Elmer bersusah payah untuk itu.
Buku ini tentang kehidupan Elmer. Ada lima kisah di
dalamnya. Yang pertama berjudul “Elmer”. Kisah pertama menceritakan tentang
siapa Elmer dan bagaimana Elmer mulai merasakan bahwa ia memang beda.
Kisah kedua dan ketiga yang masing-masing berjudul: “Elmer
dan Burung Besar” dan “Elmer dan Para Kuda Nil” bercerita tentang bagaimana
Elmer menolong binatang-binatang lain yang sedang kesulitan.
Saat burung-burung kecil ketakutan dengan kedatangan seekor burung
besar yang jahat, Elmer mampu menunjukkan bahwa kebersamaan kawanan burung
kecil ternyata mampu mengalahkan seekor burung besar.
Perihal kebersamaan ini pula yang ditawarkan Elmer pada
kawanan kuda nil dan kawanan gajah saat mereka berebut sungai untuk berendam. Elmer
mengajak kedua kawanan untuk bersama menyingkirkan batu-batu yang menghalangi
aliran air. Nah, kini masing-masing punya sungai untuk berendam
Pada kisah keempat yang berjudul: “Elmer dan Si Ular” kita
bisa tahu bahwa Elmer pun pernah merasa untuk tidak ingin melakukan apa-apa.
Saat ia hanya ingin diam saja dan tidur, giliran binatang-binatang lain punya ide
untuk mengisengi Elmer. Keisengan itu berakhir dengan tawa. Dan sekali lagi suasana
hutan jadi riuh oleh suara tawa binatang-binatang.
Kisah terakhir yang berjudul: “Elmer dan Pelangi”
menceritakan bagaimana Elmer rela berkorban untuk kebahagiaan binatang-binatang
di hutan. Cerita bermula saat musim hujan tiba dan binatang-binatang tak sabar
melihat pelangi.
Nyatanya, pelangi yang muncul hanya berupa lintasan garis lengkung
yang berwarna pucat. Elmer pun punya ide, akan memberikan warna-warna tubuhnya
pada pelangi agar pelangi bisa berwarna lagi. Dan sekali lagi, Elmer berhasil.
Pelangi kini berwarna. Seluruh binatang di hutan senang.
O ya, ada satu bagian yang paling saya suka pada kisah ini.
Berikut saya kutipkan beberapa kalimat pada hal. 141:
Seekor gajah bertanya pada Elmer, “..kau telah memberikan
warna-warnimu pada pelangi. Tapi kok kau masih memilikinya?”
Elmer tergelak, “Ada beberapa hal yang bisa terus kau
berikan tanpa kehilangan apa pun. Hal-hal seperti kebahagiaan atau cinta atau
warna-warniku.”
Indah ya….kini saya mengagumi Elmer dan segala keunikannya. Keberadaan
Elmer mengajarkan bahwa menjadi beda itu asyik-asyik aja. Masing-masing individu terlahir unik. Dengan keunikan itulah kita bisa membantu dan membahagiakan sesama.
Saya kira pesan McKee dalam buku ini adalah ajakan untuk menjaga keunikan masing-masing anak. Supaya dunia tidak tumbuh membosankan nantinya.
Pesan yang bagus di buku bagus. Sayang, buku Elmer terbitan PT Bhuana Ilmu Populer ini dijilid dengan teknik jilid lem. Kelemahan jilid lem saya kira adalah gampang lepas. Ini buku anak-anak. Seharusnya dijilid dengan teknik yang lebih kuat. Jadinya halamannya seperti ini sekarang:
Saya kira pesan McKee dalam buku ini adalah ajakan untuk menjaga keunikan masing-masing anak. Supaya dunia tidak tumbuh membosankan nantinya.
Pesan yang bagus di buku bagus. Sayang, buku Elmer terbitan PT Bhuana Ilmu Populer ini dijilid dengan teknik jilid lem. Kelemahan jilid lem saya kira adalah gampang lepas. Ini buku anak-anak. Seharusnya dijilid dengan teknik yang lebih kuat. Jadinya halamannya seperti ini sekarang:
Kembali ke Elmer. Karakter Elmer diciptakan pertama kali oleh David McKee pada
1968. Pada 1989, McKee membarui Elmer dan membuat serialnya hingga
kini. Saya menghitung dari Wikipedia, ada 34 judul seri Elmer. Yang terakhir,
terbit pada 2013 berjudul: “Elmer and the Whales”.
Selain dalam bentuk buku, kisah Elmer juga jadi serial televisi.
Saya beri salah satu link-nya di
youtube untuk melihat kisah Elmer yang berjudul “Elmer” atau cerita pertama
tentang siapa Elmer. Sila klik di sini. Lainnya sila cari sendiri. Banyak, kok.
David (John) McKee, penulis dan ilustrator buku anak asal
Inggris. Ia lahir di Devon, Inggris pada 2 Januari 1935. McKee kuliah di
Plymouth College of Art, Inggris. Sembari kuliah, ia bekerja sebagai ilustrator
komik di beberapa media cetak di Inggris. Setelah menamatkan kuliah, McKee
bekerja untuk beberapa majalah sebelum akhirnya membuat karyanya sendiri.
Selain “Elmer”, buku McKee yang diangkat ke menjadi serial filem
lain berjudul Mr. Benn (dibuat oleh BBC). Organisasi lain baik sosial maupun
komersial menyewa McKee untuk menulis cerita filem-filem yang mereka buat.
Pada 1986, McKee mendapat penghargaan Deutscher
Jugendliteraturpreis dari Pemerintah Jerman atas
karya-karya sastra anaknya yang luar biasa. Pada 2006, McKee dinominasikan untuk memperoleh penghargaan
Hans Christian Andersen Award, penghargaan bergengsi dari International Board
on Books for Young People (IBBY) yang diberikan pada penulis atau ilustrator yang
berdedikasi memberi kontribusi terhadap sastra anak.*



Apiik e nulis e.
ReplyDelete