Oleh: Lisa Soeranto
Tahun 2014 bulan Mei tanggal 20 adalah hari penting untuk Indonesia dan juga hari terpenting untuk Klub Buku Kita (yang biasa disingkat menjadi KBK; namun untuk selanjutnya saya minta ijin untuk menulisnya dengan Kabeka, sehingga tak akan dibaca "ke bi ke").
Tahun 2014 bulan Mei tanggal 20 adalah hari penting untuk Indonesia dan juga hari terpenting untuk Klub Buku Kita (yang biasa disingkat menjadi KBK; namun untuk selanjutnya saya minta ijin untuk menulisnya dengan Kabeka, sehingga tak akan dibaca "ke bi ke").
Dua tahun yang lalu secara sederhana klub pembaca buku ini
dinyatakan ada dan diniatkan untuk dihidupkan dengan cara sederhana dan penuh
cinta. Penuh cinta dalam maknanya paling sederhana yaitu didasarkan pada pengertian,
toleransi, dan tanpa paksaan.
Kabeka memahami dan bertoleransi terhadap anggota-anggotanya
yang tidak terlalu pembaca namun senang mendengarkan kisah si pembaca buku; dan
tak ada paksaan bagi anggota-anggotanya misalnya untuk bisa menuliskan kembali
bacaannya dalam bentuk resensi atau sinopsis atau apa pun bentuknya.
Kabeka
hanya mengajak menikmati buku bersama-sama dengan cara yang tidak selalu sama
untuk setiap orang.
Membaca adalah kesadaran. Mendapat inspirasi dari sebuah
bacaan adalah anugerah. Maka Kabeka tak ingin menutup jalan bagi para pembaca
pemula (bukan dalam arti secara usia, melainkan secara kesadaran) untuk
mendapatkan inspirasi itu. Dengan demikian datanglah sedikit-demi-sedikit
teman-teman baru. Apakah mereka si pembaca sejati atau si pendengar sejati, keduanya
sama pentingnya buat kami.
Setahun setelah dilahirkan, Kabeka mendapat hadiah blog dari
Tata. Blog ini sedianya akan diisi oleh berbagai tulisan anggota Kabeka (baik
resensi atau sekedar curhat). Namun bisa ditebak bahwa hingga tahun kedua ini,
blog masih didominasi -dalam makna yang paling afektif- oleh Tata, sang admin yang
memang mengalir deras darah kepenulisan.
Pada hari Minggu tanggal 25 Mei, setelah tertunda-tunda
karena kesibukan masing-masing, beberapa anggota Kabeka pada akhirnya bisa berkumpul
untuk syukuran ulang tahun kedua.
Keakraban saya rasakan semakin nyata. Selain
saya sebagai nyonya rumah dan Tata serta putrinya Putri, ada Bakar Japet, Nuris, dan Fahmi. Fahmi mengajak
istri dan putrinya yang masih berumur 4 bulan. Ah senangnya. Jadi terasa hangat
dan semakin yakin bahwa Kabeka adalah sebuah keluarga yang menyenangkan.










No comments:
Post a Comment